<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Zaq11qaz's Weblog</title>
	<atom:link href="http://zaq11qaz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zaq11qaz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Oct 2008 01:58:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='zaq11qaz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5099bb7fe45edf713cec247a72fda49a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Zaq11qaz's Weblog</title>
		<link>http://zaq11qaz.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Lele Monster Makan Manusia</title>
		<link>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/lele-monster-makan-manusia/</link>
		<comments>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/lele-monster-makan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 01:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zaq11qaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaq11qaz.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Friday, 10 October 2008
New Delhi &#8211; Surya-Seekor ikan sejenis lele diduga telah bermutasi secara genetik dan menjadi teramat besar dan mengerikan. Ikan ini saat ini menjadi objek penelitian para ilmuwan di Asia Selatan. Mereka khawatir ikan itu sudah membunuh beberapa orang setelah &#8216;merasakan&#8217; mayat manusia. Lele raksasa ini, biasanya disebut goonch, diduga tumbuh besar setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=87&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Friday, 10 October 2008</p>
<p>New Delhi &#8211; Surya-Seekor ikan sejenis lele diduga telah bermutasi secara genetik dan menjadi teramat besar dan mengerikan. Ikan ini saat ini menjadi objek penelitian para ilmuwan di Asia Selatan. Mereka khawatir ikan itu sudah membunuh beberapa orang setelah &#8216;merasakan&#8217; mayat manusia. Lele raksasa ini, biasanya disebut goonch, diduga tumbuh besar setelah mendapat makanan mayat-mayat manusia yang<span id="more-87"></span> dibuang di sungai Great Kali, sungai di mana ikan itu ditangkap. Ikan yang telah bermutasi itu kini sedang dalam penyelidikan ahli biologi bernama Jeremy Wade. Wade meneliti ikan lele raksasa itu untuk acara televisi dan akan ditayangkan stasiun televisi Five dalam waktu dekat.  “Penduduk lokal mengatakan pada saya suatu teori bahwa monster ini telah tumbuh luar biasa besar karena makan sisa pembakaran mayat. Mungkin mereka merasakan nikmatnya daging manusia setelah memakan sisa-sisa mayat itu,” ungkap Wade. “Kemungkinan ada beberapa yang tumbuh lebih besar daripada yang lain dan jika Anda memberikan makanan lebih banyak lagi, maka mereka pasti juga akan tumbuh lebih besar lagi,” katanya.  Awalnya, Wade mengira bahwa buaya-buaya lah yang memakan sisa-sisa mayat tersebut. Namun, teori itu berubah setelah dia mengalihkan perhatian pada goonch, salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia.  Dia lantas menangkap seekor di antaranya yang diperkirakan seberat 55 kg dengan panjang hampir 2 meter. Berat dan ukuran ini bisa disebut rekor dunia karena jauh lebih berat dan lebih besar dari ikan-ikan lele yang pernah tertangkap sebelumnya. “Jika ikan ini menangkapmu, kamu tak akan bisa lolos,” sahutnya.  Selama bertahun-tahun, penduduk di sepanjang Great Kali juga meyakini ada monster menakutkan yang bersembunyi di sungai yang mengalir di perbatasan India &#8211; Nepal ini.  Hanya, mereka menganggap monster ini selalu bergerak di sepanjang aliran sungai dan mengincar orang-orang yang berani mandi di sungai itu.  Tahun lalu, remaja 18 tahun dari Nepal menghilang setelah diseret ke dalam sungai oleh sesuatu yang digambarkan sebagai &#8216;babi yang bentuknya panjang.&#8217;  Namun, korban pertama serangan goonch ini diperkirakan seorang pemuda 17 tahun yang juga berasal dari Nepal. Dia tewas setelah mandi di sungai itu, April 1988 silam. Para saksi mata mengatakan, mereka menyaksikan pemuda itu seperti ditarik oleh sesuatu yang kuat ke dalam sungai. Tiga bulan setelahnya, seorang anak kecil juga diseret ke dalam air sementara ayahnya hanya bisa melihat tak berdaya.th/van</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zaq11qaz.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zaq11qaz.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zaq11qaz.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zaq11qaz.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zaq11qaz.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zaq11qaz.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zaq11qaz.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zaq11qaz.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zaq11qaz.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zaq11qaz.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=87&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/lele-monster-makan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4bff71126d757cb4377cd5513d8441a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zaq11qaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama Indonesia</title>
		<link>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/nama-indonesia/</link>
		<comments>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/nama-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 01:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zaq11qaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaq11qaz.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman purba, kepulauan Indonesia disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=64&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada zaman purba, kepulauan Indonesia disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa <a title="Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a> kawasan kepulauan tanah air dinamai <strong>Nan-hai</strong> (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a> menamai kepulauan ini <strong>Dwipantara</strong> (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata <a class="mw-redirect" title="Sansekerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sansekerta">Sansekerta</a> <em>dwipa</em> (pulau) dan <em>antara</em> (luar, seberang). Kisah <a title="Ramayana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramayana">Ramayana</a> karya pujangga <a title="Walmiki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Walmiki">Walmiki</a> menceritakan pencarian terhadap <a title="Sinta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinta">Sinta</a>, istri <a title="Rama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rama">Rama</a> yang diculik <a title="Rahwana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rahwana">Rahwana</a>, sampai <span id="more-64"></span>ke <strong>Suwarnadwipa</strong> (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.</p>
<p>Bangsa <a title="Bangsa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab">Arab</a> menyebut wilayah yang kemudian menjadi Indonesia<strong>Jaza&#8217;ir al-Jawi</strong> (Kepulauan <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>). Nama Latin untuk <a class="mw-redirect" title="Kemenyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemenyan">kemenyan</a> adalah <em>benzoe</em>, berasal dari <a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">bahasa Arab</a> <em>luban jawi</em> (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon <em>Styrax sumatrana</em> yang dahulu hanya tumbuh di <a title="Sumatra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil &#8220;Jawa&#8221; oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai <em>kulluh Jawi</em> (semuanya Jawa).</p>
<p>Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari <a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi">Arab</a>, <a title="Persia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persia">Persia</a>, <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, dan <a title="Tiongkok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok">Tiongkok</a>. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah &#8220;<strong>Hindia</strong>&#8220;. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut &#8220;Hindia Muka&#8221; dan daratan <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a> dinamai &#8220;Hindia Belakang&#8221;. Sedangkan tanah air memperoleh nama &#8220;<strong>Kepulauan Hindia</strong>&#8221; (<em>Indische Archipel</em>, <em>Indian Archipelago</em>, <em>l&#8217;Archipel Indien</em>) atau &#8220;<strong>Hindia Timur</strong>&#8221; (<em>Oost Indie</em>, <em>East Indies</em>, <em>Indes Orientales</em>). Nama lain yang juga dipakai adalah &#8220;<strong>Kepulauan Melayu</strong>&#8221; (<em>Maleische Archipel</em>, <em>Malay Archipelago</em>, <em>l&#8217;Archipel Malais</em>).</p>
<p>Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah <strong>Nederlandsch-Indie</strong> (<strong>Hindia Belanda</strong>), sedangkan pemerintah pendudukan <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> <a title="1942" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1942">1942</a>-<a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a> memakai istilah <strong>To-Indo</strong> (Hindia Timur).</p>
<p>Eduard Douwes Dekker (<a title="1820" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1820">1820</a>-<a title="1887" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1887">1887</a>), yang dikenal dengan nama samaran <a class="mw-redirect" title="Multatuli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Multatuli">Multatuli</a>, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu <strong>Insulinde</strong>, yang artinya juga &#8220;Kepulauan Hindia&#8221; (<a title="Bahasa Latin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin">bahasa Latin</a> <em>insula</em> berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer</p>
<table id="toc" class="toc" style="height:11px;" border="0" width="106" summary="Daftar isi">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span class="mw-headline">Nusantara</span></strong></p>
<p>Pada tahun <a title="1920-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1920-an">1920-an</a>, <a class="mw-redirect" title="Ernest Francois Eugene Douwes Dekker" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ernest_Francois_Eugene_Douwes_Dekker">Ernest Francois Eugene Douwes Dekker</a> (<a title="1879" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1879">1879</a>-<a title="1950" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950">1950</a>), yang dikenal sebagai Dr. <a title="Setiabudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Setiabudi">Setiabudi</a> (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk Indonesia yang tidak mengandung unsur kata &#8220;India&#8221;. Nama itu tiada lain adalah <strong>Nusantara</strong>, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari <a title="Pararaton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pararaton">Pararaton</a>, naskah kuno zaman <a title="Majapahit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit">Majapahit</a> yang ditemukan di <a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a> pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh <a class="new" title="J.L.A. Brandes (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=J.L.A._Brandes&amp;action=edit&amp;redlink=1">J.L.A. Brandes</a> dan diterbitkan oleh <a class="new" title="Nicholaas Johannes Krom (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nicholaas_Johannes_Krom&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nicholaas Johannes Krom</a> pada tahun <a title="1920" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1920">1920</a>.</p>
<p>Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (<em>antara</em> dalam <a class="mw-redirect" title="Bahasa Sansekerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sansekerta">bahasa Sansekerta</a> artinya luar, seberang) sebagai lawan dari <em>Jawadwipa</em> (Pulau Jawa). <a title="Sumpah Palapa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Palapa">Sumpah Palapa</a> dari <a title="Gajah Mada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada">Gajah Mada</a> tertulis &#8220;<em>Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa</em>&#8221; (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).</p>
<p>Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi <em>jahiliyah</em> itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata <a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu">Melayu</a> asli <em>antara</em>, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu &#8220;nusa di antara dua benua dan dua samudra&#8221;, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.</p>
<p>Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan Indonesia.</p>
<p><a id="Nama_Indonesia" name="Nama_Indonesia"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Nama Indonesia</span></h2>
<p>Pada tahun <a title="1847" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1847">1847</a> di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, <em>Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia</em> (JIAEA), yang dikelola oleh <a class="new" title="James Richardson Logan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=James_Richardson_Logan&amp;action=edit&amp;redlink=1">James Richardson Logan</a> (<a title="1819" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1819">1819</a>-<a title="1869" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1869">1869</a>), seorang <a title="Skotlandia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Skotlandia">Skotlandia</a> yang meraih sarjana hukum dari <a class="new" title="Universitas Edinburgh (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Universitas_Edinburgh&amp;action=edit&amp;redlink=1">Universitas Edinburgh</a>. Kemudian pada tahun <a title="1849" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1849">1849</a> seorang ahli etnologi bangsa <a title="Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris">Inggris</a>, <a class="new" title="George Samuel Windsor Earl (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=George_Samuel_Windsor_Earl&amp;action=edit&amp;redlink=1">George Samuel Windsor Earl</a> (<a title="1813" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1813">1813</a>-<a title="1865" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1865">1865</a>), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.</p>
<p>Dalam JIAEA Volume IV tahun <a title="1850" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1850">1850</a>, halaman 66-74, Earl menulis artikel <em>On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations</em>. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (<em>a distinctive name</em>), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: <strong>Indunesia</strong> atau <strong>Malayunesia</strong> (<em>nesos</em> dalam <a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani">bahasa Yunani</a> berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:</p>
<dl>
<dd>&#8220;<em>&#8230; the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians</em>&#8220;.</dd>
</dl>
<p>Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (<a class="mw-redirect" title="Srilanka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Srilanka">Srilanka</a>) dan Maldives (<a title="Maladewa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maladewa">Maladewa</a>). Earl berpendapat juga bahwa <a title="Bahasa Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu">bahasa Melayu</a> dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.</p>
<p>Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The <em>Ethnology of the Indian Archipelago</em>. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah &#8220;<strong>Indian Archipelago</strong>&#8221; terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah <strong>Indonesia</strong>.</p>
<p>Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:</p>
<dl>
<dd>&#8220;<em>Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago</em>&#8220;.</dd>
</dl>
<p>Ketika mengusulkan nama &#8220;Indonesia&#8221; agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama &#8220;Indonesia&#8221; dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang <a title="Etnologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Etnologi">etnologi</a> dan <a title="Geografi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi">geografi</a>.</p>
<p>Pada tahun <a title="1884" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1884">1884</a> guru besar etnologi di <a title="Universitas Berlin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Berlin">Universitas Berlin</a> yang bernama <a title="Adolf Bastian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adolf_Bastian">Adolf Bastian</a> (<a title="1826" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1826">1826</a>-<a title="1905" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1905">1905</a>) menerbitkan buku <em>Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel</em> sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun <a title="1864" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1864">1864</a> sampai <a title="1880" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1880">1880</a>. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah &#8220;Indonesia&#8221; di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah &#8220;Indonesia&#8221; itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam <em>Encyclopedie van Nederlandsch-Indie</em> tahun <a title="1918" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1918">1918</a>. Padahal Bastian mengambil istilah &#8220;Indonesia&#8221; itu dari tulisan-tulisan Logan.</p>
<p><a title="Pribumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pribumi">Pribumi</a> yang mula-mula menggunakan istilah &#8220;Indonesia&#8221; adalah Suwardi Suryaningrat (<a title="Ki Hajar Dewantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantara">Ki Hajar Dewantara</a>). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun <a title="1913" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1913">1913</a> beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama <em>Indonesische Pers-bureau</em>.</p>
<p>Nama <strong>indonesisch</strong> (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof <a title="Cornelis van Vollenhoven" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cornelis_van_Vollenhoven">Cornelis van Vollenhoven</a> (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).</p>
<p><a id="Politik" name="Politik"></a></p>
<h2><span class="editsection"><a title="Politik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_nama_Indonesia&amp;action=edit&amp;section=3"></a></span></h2>
<h2><span class="mw-headline">Politik</span></h2>
<p>Pada dasawarsa <a title="1920-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1920-an">1920-an</a>, nama &#8220;Indonesia&#8221; yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, sehingga nama &#8220;Indonesia&#8221; akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.</p>
<p>Pada tahun <a title="1922" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1922">1922</a> atas inisiatif <a title="Mohammad Hatta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta">Mohammad Hatta</a>, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di <a class="mw-redirect" title="Rotterdam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rotterdam">Rotterdam</a>, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama <a title="Indische Vereeniging" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indische_Vereeniging">Indische Vereeniging</a>) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, <em>Hindia Poetra</em>, berganti nama menjadi <em>Indonesia Merdeka</em>.</p>
<p>Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:</p>
<dl>
<dd>&#8220;Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (<em>de toekomstige vrije Indonesische staat</em>) mustahil disebut &#8220;Hindia Belanda&#8221;. Juga tidak &#8220;Hindia&#8221; saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.&#8221;</dd>
</dl>
<p>Di Indonesia Dr. <a title="Sutomo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutomo">Sutomo</a> mendirikan <a class="new" title="Indonesische Studie Club (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indonesische_Studie_Club&amp;action=edit&amp;redlink=1">Indonesische Studie Club</a> pada tahun <a title="1924" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1924">1924</a>. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi <a title="Partai Komunis Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia">Partai Komunis Indonesia</a> (PKI). Pada tahun <a title="1925" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1925">1925</a> <a class="new" title="Jong Islamieten Bond (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jong_Islamieten_Bond&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jong Islamieten Bond</a> membentuk kepanduan <a class="new" title="Nationaal Indonesische Padvinderij (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nationaal_Indonesische_Padvinderij&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nationaal Indonesische Padvinderij</a> (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama &#8220;Indonesia&#8221;. Akhirnya nama &#8220;Indonesia&#8221; dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal <a title="28 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_Oktober">28 Oktober</a> <a title="1928" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1928">1928</a>, yang kini dikenal dengan sebutan <a title="Sumpah Pemuda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda">Sumpah Pemuda</a>.</p>
<p>Pada bulan Agustus <a title="1939" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1939">1939</a> tiga orang anggota <a title="Volksraad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Volksraad">Volksraad</a> (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), <a class="mw-redirect" title="Muhammad Husni Thamrin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Husni_Thamrin">Muhammad Husni Thamrin</a>, <a class="new" title="Wiwoho Purbohadidjojo (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wiwoho_Purbohadidjojo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wiwoho Purbohadidjojo</a>, dan <a class="new" title="Sutardjo Kartohadikusumo (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sutardjo_Kartohadikusumo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sutardjo Kartohadikusumo</a>, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama &#8220;Indonesia&#8221; diresmikan sebagai pengganti nama &#8220;Nederlandsch-Indie&#8221;. Tetapi Belanda menolak mosi ini.</p>
<p>Dengan pendudukan Jepang pada tanggal <a title="8 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Maret">8 Maret</a> <a title="1942" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1942">1942</a>, lenyaplah nama &#8220;Hindia Belanda&#8221;. Lalu pada tanggal <a title="17 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus">17 Agustus</a> <a title="1945" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945">1945</a>, lahirlah <strong>Republik Indonesia</strong>.</p>
<p><a id="Nama_Indonesia_dalam_berbagai_bahasa" name="Nama_Indonesia_dalam_berbagai_bahasa"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Nama Indonesia dalam berbagai bahasa</span></h2>
<ul>
<li><strong>Indonesia</strong> (Bahasa Finlandia, Indonesia, Italia, Melayu, Romans, Spanyol)</li>
<li>Indónesía (Eslandia)</li>
<li>Indonésia (Portugis)</li>
<li>Indonesja (Malta)</li>
<li>Indonésie (Ceko, Perancis)</li>
<li>Indonesië (Afrikan, Belanda)</li>
<li>Indonesien (Jerman, Swedia)</li>
<li>Indonezia (Rumania)</li>
<li>Indonézia (Hongaria)</li>
<li>Indonezja (Polandia)</li>
<li>Indonezija (Kroasia, Lithuania, Slovenia)</li>
<li>Indonēzija (Latvia)</li>
<li>Indonezio (Esperanto)</li>
<li>Endonezya (Turki)</li>
<li>Indonesiana (Pig Latin)</li>
<li>Indoneesia (Estonia)</li>
<li>Indoneesiä (Võro)</li>
<li>Indoneziya &#8211; Индонезия (Bulgaria, Rusia)</li>
<li>Indoneshia &#8211; インドネシア (Jepang)</li>
<li>Indonisía &#8211; Ινδονησία (Yunani)</li>
<li>Indonashia &#8211; انڈونیشیا &#8211; (Urdu)</li>
<li>Yìndùnìxīyà &#8211; 印度尼西亞 / 印尼 &#8211; baca: Intunisiya(Tionghoa)</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zaq11qaz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zaq11qaz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zaq11qaz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zaq11qaz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zaq11qaz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zaq11qaz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zaq11qaz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zaq11qaz.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zaq11qaz.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zaq11qaz.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=64&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/nama-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4bff71126d757cb4377cd5513d8441a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zaq11qaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hiking</title>
		<link>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/hiking/</link>
		<comments>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/hiking/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 01:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zaq11qaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naturalist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaq11qaz.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah dari “The Seven Summits Quest”
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=80&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><a title="Sejarah dari “The Seven Summits Quest”" rel="bookmark" href="http://catros.wordpress.com/2008/10/23/sejarah-dari-the-seven-summits-quest/">Sejarah dari “The Seven Summits Quest”</a></h2>
<p><!-- IF YOU'RE GOING TO USE GOOGLE ADS, THIS IS A GOOD PLACE TO PUT THEM --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">1956 &#8211; William D. Hackett </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Orang pertama yang mencapai 5 dari tujuh puncak. William D. Hackett, seorang tentara dari </span><span style="font-size:10pt;">Oregon</span><span style="font-size:10pt;">, </span><span style="font-size:10pt;">USA</span><span style="font-size:10pt;">, berhasil mencapai puncak dari </span><span style="font-size:10pt;">Mont  Blanc</span><span style="font-size:10pt;">, perancis. Dengan ini, dia menjadi orang yang pertama berhasil mencapai puncak dari </span><span style="font-size:10pt;">lima</span><span style="font-size:10pt;"> benua. Pada masa itu, </span><span style="font-size:10pt;">Mont Blanc</span><span style="font-size:10pt;"> dianggap sebagai gunung yang tertinggi di benua Eropah. Dimasa sekarang, yang dianggap puncak tertinggi dari benua Eropah adalah gunung Elbrus di Georgia. Tapi ini tidak membuat usaha Hacket tidak dikenang. Puncak-puncak gunung lain yang dicapainya adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span id="more-80"></span>1947 : McKinley<br />
1949 : </span><span style="font-size:10pt;">Aconcagua</span><span style="font-size:10pt;"><br />
1950 : Kilimanjaro<br />
1956 : Kosciuszko<br />
1956 : </span><span style="font-size:10pt;">Mont Blanc</span><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Setelah berhasil mencapai puncak </span><span style="font-size:10pt;">Mont Blanc</span><span style="font-size:10pt;">, dia berambisi untuk mendaki puncak lainnya. Dia merencanakan untuk mencoba mencapai puncak </span><span style="font-size:10pt;">K2</span><span style="font-size:10pt;"> dan </span><span style="font-size:10pt;">Vinson Massif</span><span style="font-size:10pt;"> dan juga berhasil mendapat ijin untuk pendakian Everest. Akan tetapi karena beberapa hal (kekurangan dana, frostbite, dsb) dia tidak pernah berhasil mendaki lebih dari ke 5 puncak diatas.Diantara tahun 1956 dan 1970, tidak ada tonggak sejarah yang berhasil tercapai. Walaupun, Dolf Reist, seorang pendaki dari Swiss, mencapai puncak Mont Blanc pada tahun 1955 dan puncak Everest tahun 1956 (hanya satu dari enam orang yang berhasil mendaki Everest pada masa itu). Dia pikir bahwa ia mempunyai banyak waktu untuk mendaki puncak yang lain dan oleh karena itu tidak membuat usaha mendesak apapun untuk memanjat 3 puncak lainnya. Dia melengkapi mendaki 3 puncak lainnya ada tahun 1971, enam bulan setelah Naomi Uemura, seorang pendaki asal<br />
Jepang yang akan kita bahas selanjutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;">1970 &#8211; Naomi Uemura</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Orang pertama yang berhasil mencapai 5 puncak dari tujuh puncak temasuk Everest. Naomi Uemura memulai pendakian sebagai pendaki solo dan mencapai puncak Mont Blanc secara sendirian, Kilimanjaro dan Aconcagua. </span><span style="font-size:10pt;">Pada tahun 1970, dia menghentikan kebiasaan mendaki sendirian dan mendaki Everest bersama dengan teman senegaranya yaitu Teruo Matsuura. Bersama mereka mengklaim dirinya sebagai orang jepang pertama yang mendaki Everest dengan jalur pendakian mereka rintisan mereka di South Col. Hanya tiga bulan setelah itu, Uemura kembali mendaki secara solo dan berhasil mencapai puncak McKinley, sebagai orang yang pertama mendakinya secara solo. Dengan ini dia merupakan orang pertama yang berhasil mendaki 5 dari tujuh puncak termasuk Everest, akan tetapi tidak sama sekali selesai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">1966 : Mont Blanc<br />
1966 : Kilimanjaro<br />
1968 : Aconcagua<br />
1970 : Everest<br />
1970 : McKinley<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Seperti halnya yang diharapkan oleh seorang petualang soliter sejati, dia kembali merencakan untuk pergi ke Antartika sendirian untuk mendaki Vinson Massif setelah melakukan perjalanan solo ke kutub utara. Untuk persiapan itu dia melakuakn pendakian solo dimusim dingin ke gunung McKinley. Dia berhasil melakukannya, namun saat perjalanan turun, dia menghilang ditelan oleh badai di gunung itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><strong>1978 &#8211; Reinhold Messner</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Orang pertama yang berhasil mencapai 6 dari tujuh puncakReinhold Messner adalh orang pertama yang berhasil mencapai 6 dari tujuh puncak, akan tetapi hanya merupakan orang ke lima yang berhasil mencapai tujuh puncak. Dia merupakan salah seorang pendaki gunung yang berpengaruh dimasanya dan merupakan seorang arsitek penting dari pendefinisian Tujuh Puncak (The Seven Summits). Pada tahun 1978, bersama dengan pendaki asal </span><span style="font-size:10pt;">Austria</span><span style="font-size:10pt;"> yaitu Peter Habeler, orang </span><span style="font-size:10pt;">Italy</span><span style="font-size:10pt;"> ini berhasil mendaki Everest tanpa bantuan tabung oksigen. </span><span style="font-size:10pt;">Semua orang terpana dengan hal ini karena belum pernah dilakukan sebelumnya. Bersamaan dengan Carstensz Pyramid yang berhasil didakinya pada tahun 1971, dia mengklaim dirinya sebagai orang yang berhasil mencapai 6 dari tujuh puncak. Setelah mendaki puncak Carstensz dia juga mendaki Kosciuszko in 1983, hanya untuk memastikan dia mencapai puncak yang tepat untuk 6 puncaknya. Pada tahun yang sama Messner menyatakan bahwa Mont Blanc bukanlah puncak tertinggi di benua Eropah, akan tetapi adalah Elbrus yang lebih tinggi 800 meter. Definisi dia dengan cepat di adopsi oleh pendaki lainnya.Dari tahun ke tahun, dia membuat beberapa usaha untuk mendaki Vinson Massif dan ketika berhasil dilakukannya pada tahun 1986, akan tetapi tropi peringkat pendakian tujuh puncak sudah diambil oleh pendaki lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">1971: Carstensz<br />
1974: Aconcagua<br />
1976: McKinley<br />
1978: Everest<br />
1983: kosciuszko<br />
1983: Elbrus<br />
1986: Vinson </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><strong>1985 &#8211; Dick Bass</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Orang pertama yang berhasil mencapai tujuh puncak Dick Bass bukanlah pendaki yang berambisi seeprti Reinhold Messner atau petualang Hardcore seperti Uemura, tapi dia mempunyai ketetapan dan upaya untuk membuat pendakiannya ke Tujuh Puncak bisa menjadi kenyataan. Bas, dan seorang Amerika lainnya yang bernama Frank Wells yang juga membantunya mendefinisikan “The Seven Summits” mereka memasukan Kosciuszko ke dalam jajaran Tujuh Puncak, karena Kosciuszko merupakan puncak dari sebuah daratan yang luas dan tidak seperti Carstensz, yang merupakan puncak dari sebuah pulau. Mereka juga memasukan Vinson Massif di Antartika ke dalam Tujuh Puncak, untuk melengkapi list dari puncak-puncak tujuh benuanya.Di tahun 1983, Bass dan Wells mendaki enam dari Tujuh Puncak bersama dengan pendaki berpengalaman yang di undang untuk ikut. Kemudian, mereka mencoba melakukan dua kali usaha pendakian ke Everest, tapi karena beberapa alasan mereka gagal melakukannya. Setelah usaha pendakian terakhir itu ke Everest, Wells tidak lagi melakukan usaha untuk pendakian Tujuh Puncak. Sedangkan Dick Bass, bergabung bersama dengan ekspedisi dari Norwegia yang di pimpin oleh seorang Konglomerat perusahaan pengriman Arne Naess pada tahun 1985, dan merupakan orang yang pertama (pada saat itu juga merupakan orang yang tertua yang berhasil mencapai puncak Everest pada usia 55 tahun) yang berhasil mendaki Tuju Puncak. 1983: Aconcagua, McKinley, Kilimanjaro, Elbrus, Vinson Massif, Kosciuszko 1985: Everest </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><strong>1986 &#8211; Pat Morow</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Orang pertama yang berhasil mencapai delapan puncak termasuk Carstenz dan KosciuszkoDick Bass sangat beruntung merupakan orang yang pertama mencapai tujuh puncak setelah 2 kali percobaan ke Everest. Pat Morrow, Pendaki kuat asal Canada, yang telah mendaki McKinley pada tahun 1977 dan Everest pada tahun 1982. jadi dia juga merupakan orang yang di setting untuk menjadi orang pertama yang mencapai Tujuh Puncak. Karena dia tidak mempunyai <span> </span>sumber keuanganseperti halnya Bass, jadi dia hanya bisa mendaki dua puncak tambahan (Aconcagua dan Kilimanjaro) saat sebelum Bass mencapai Everest. Tapi pada tahun 1986, dengan berhasil mencapai Elbrus, dia menjadi orang yang pertama mencapai Tujuh Puncak dengan Carstenz dan Orang pertama yang berhasil mencapai Delapan Puncak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">1977: McKinley<br />
1981: </span><span style="font-size:10pt;">Aconcagua</span><span style="font-size:10pt;"><br />
1982: Everest<br />
1983: Kilimanjaro, Kosciuszko<br />
1985: </span><span style="font-size:10pt;">Vinson Massif</span><span style="font-size:10pt;"><br />
1986: elbrus, Carstenz</span></p>
<p><em>(Sumber: The </em><em><span style="font-size:10pt;">Canada</span></em><em><span style="font-size:10pt;"> </span></em><em><span style="font-size:10pt;">Summit</span></em><em><span style="font-size:10pt;"> dan The Seven Summits Book)</span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zaq11qaz.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zaq11qaz.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zaq11qaz.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zaq11qaz.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zaq11qaz.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zaq11qaz.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zaq11qaz.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zaq11qaz.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zaq11qaz.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zaq11qaz.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=80&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/28/hiking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4bff71126d757cb4377cd5513d8441a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zaq11qaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat perapian</title>
		<link>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/25/membuat-perapian/</link>
		<comments>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/25/membuat-perapian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 04:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zaq11qaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Naturalist]]></category>
		<category><![CDATA[NATURE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaq11qaz.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=69&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- IF YOU'RE GOING TO USE GOOGLE ADS, THIS IS A GOOD PLACE TO PUT THEM -->Membuat perapian merupakan salah satu teknik hidup di alam bebas yang sangat penting terutama dalam kondisi survival. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari membuat perapian. Memasak, menghangatkan badan serta menjauhkan kita dari binatang merupakan bagian darinya. Selain itu perapian juga memberikan suatu efek psikologi yang besar. Kita akan merasa tenang dan nyaman jika berada di dekatnya. Namun semakin besar perapian, pengawasannya juga harus lebih ketat karena kemungkinan terjadi kebakaran menjadi semakin besar juga. Selain itu kita dituntut untuk sebijaksana mungkin memilih bahan-bahan kayu yang diperlukan.</p>
<p>Selain membuat perapian dalam tungku (hawu) di rumahnya, beberapa penduduk Cihanjawar yang punya kebiasaan berburu dan melewatkan beberapa hari di dalam hutan, memiliki teknik membuat api dan<span id="more-69"></span> perapian. Mungkin bagi masyarakat Cihanjawar sendiri, membuat perapian seperti ini tentulah merupakan kebiasaan sehari-hari bagi mereka dan tidak ada yang menarik. Dari beberapa kali pengamatan, mereka ternyata telah melakukan prinsip-prinsip dasar dalam membuat suatu perapian yang baik.</p>
<p>Namun, terlebih dulu kita harus kembali mengingat tiga unsur penting dalam membuat suatu perapian, yaitu panas, bahan bakar dan udara. Setelah ketiga hal ini terpenuhi maka unsur penyusunan bahan bakar perapian menjadi hal yang sangat penting.</p>
<p>Selalu persiapkan terlebih dahulu bahan bakar yang cukup. Pisahkanlah bahan ini berdasarkan ukurannya. Pisahkan ranting-ranting kecil dengan ranting yang agak besar dan batang kayu yang besar. Jika kayunya agak lembab ataupun basah, sisiklah terlebih dahulu bagian yang basah atau bisa juga dengan membuat cacahan-cacahan pada batangnya sehingga menyerupai bunga-bunga kayu.</p>
<p>Urutan kerjanya adalah sebagai berikut;</p>
<p>a.   Siapkan bahan bakar yang cukup, ambilah sebatang kayu yang berukuran sedang sebagai tumpuan bawah (Gambar 1a).</p>
<p>b. Lalu dapat dipalangkan dua buah kayu yang juga berukuran sedang (Gambar 1b). Jangan sampai jarak antara tanah dengan kayu kedua terlalu tinggi sehingga menyulitkan panas api (pembakaran) sampai ke atas. Hal ini akan mengakibatkan kayu yang diatas sulit terbakar dan menjadi bara sedangkan kayu yang telah menjadi bara dibawah akan cepat habis jika tidak diberi “umpan” lagi.</p>
<p>c. Susun lagi ranting-ranting kecil dengan memalangkannya di atas kedua kayu yang dibuat diatas (Gambar 1c). Pastikan ranting-ranting ini tidak mudah terjatuh/menggelincir ke bawah. Oleh karena itu usahakan kedua palang kayu tersebut tidak terlalu miring.</p>
<p>d. Susunlah ranting-ranting yang paling kecil sehingga api yang muncul dapat dengan mudah membakar ranting tersebut. Jangan menumpuk ranting secara berlebihan (Gambar 1d).</p>
<p>e. Nyalakan api dengan bantuan korek, atau pemantik (dalam bahasan ini memang kita tidak akan membicarakan bagaimana membuat api dengan metoda-metoda yang ada tapi lebih mengarah pada pembuatan perapian) di bagian paling dasar. Gunakan bantuan daun-daun kering atau plastik sampah.</p>
<p>f. Jika api sudah menjilat ranting-ranting yang paling kecil, tetap lakukan perautan kayu menjadi bagian-bagian yang kecil dan digunakan sebagai umpan. Usahakan agar lidah api membakar ranting atau daun kering untuk memperbesar nyala api.</p>
<p>g.   Apabila ranting terlalu ke sisi (sehingga tidak terbakar), pindahkanlah ke bagian yang “terjilat”oleh lidah api.</p>
<p>h.   Terus tumpuk ranting-ranting kayu sambil tetap memberi lubang sebagai sirkulasi udara</p>
<p>i. Perhatikan jarak antara sumber api dengan ranting/kayu yang dibakarnya. Jangan terlalu jauh dan juga jangan sangat berdekatan.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://69.56.139.188/site/BW26-Cara-Buat-Api.jpg" alt="" width="308" height="180" /></p>
<p><strong>Urutan kerja pembuatan suatu perapian di Cihanjawar Gunung, susunan kayu bakar untuk perapian sistem blok</strong></p>
<p>Setelah nyala api cukup stabil dan terdapat bara yang cukup banyak, letakan kayu-kayu yang lebih besar sebagai umpan. Susunlah kayu tersebut secara beraturan. Usahakan tetap memberi umpan-umpan kecil di lubang-lubang yang terbuka sehingga bara terus dihasilkan.</p>
<p>Kelebihan cara ini adalah mudah untuk membuatnya. Persiapkan bahan secukupnya. Dalam kondisi survival, perapian seperti ini akan membantu karena digunakan untuk keperluan tertentu saja dan tidak lama. Untuk memadamkannya juga tidak terlalu sulit.</p>
<p>Kekurangan sistem ini adalah rentan terhadap hujan sehingga kita harus memberikan perlindungan khusus. Jika nyala api belum stabil kondisinya akan lebih buruk lagi. Perapian tidak akan selesai karena umpan kayu dan rantingnya menjadi basah.</p>
<p>Namun dalam kondisi-kondisi survival, cara ini kemungkinan berhasilnya lebih besar dan lebih mudah dibuat dibandingkan dengan cara yang akan diterangkan dibawah ini.</p>
<p>Sistem ini dibuat dengan cara menumpuk bahan kayu bakar dengan rapat (Gambar 2).</p>
<p><strong>Perapian Sistem “Blok”</strong></p>
<p>Persiapkanlah terlebih dulu ranting-ranting dengan berbagai ukuran. Pisahkan jenis-jenis ranting ini berdasarkan ukuran tersebut. Sedapat mungkin carilah kayu-kayu yang telah rubuh atau telah mati. Jangan memakai bahan kayu yang tumbuh di daerah perairan (seperti tepian sungai, tepi danau); meskipun telah mati dan kering, kayu dari daerah ini tidak akan terbakar kecuali menjadi arang.</p>
<p>Cara menumpuk/menyusun kayu bakar:</p>
<p>1.   Jajarkan di atas tanah; kayu yang sama ukuran sebesar lengan tangan pada lapis pertama dan ke-2 serapat mungkin.</p>
<p>2. Jajarkan kayu berdiameter lebih kecil serapat mungkin pada 3-5 lapisan berikutnnya. Setiap lapisan dengan posisi (secara horisontal) bersilangan antar lapisan (Gambar 2).</p>
<p>3. Buat sedikit ruang kosong dan “pintu” di bagian tengah/bawah: untuk menaruh bahan awal api/umpan (yg terdiri dari ranting, potongan kayu kecil dan kering) secukupnya. Susunlah diatasnya lapisan jajaran kayu berikutnya; Mulailah dengan jajaran kayu berdiameter kecil (sebesar jari tangan) beberapa lapis.</p>
<p>4. Diatasnya, buatlah jajaran kayu yang lebih besar: lapisan kayu sebesar lengan 2-3 lapis, kemudian dilanjutkan lapisan jajaran kayu yg lebih besar: sebesar kaki s/d sebesar paha pada bagian paling atas.</p>
<p>5.   Ingat antar lapisan tumpukan saling bersilangan!</p>
<p>Menyalakan dan memelihara api awal</p>
<p>1.   Buka pada “pintu” di bagian tengah atau bawah tumpukan (bagian lapisan kayu kecil)</p>
<p>2.   Letakkan ditengahnya bahan api awal (lilin, ranting dan daun kering) dan nyalakan.</p>
<p>3.   Tutup kembali “pintu” dengan kayu.</p>
<p>4.   Biarkan dan tunggu beberapa saat (1/2-1 jam), api akan membakar lapisan diatasnya.</p>
<p>Pada awalnya api tak akan terlihat, melainkan mengepulkan asap/uap akibat pemanasan terhadap kayu basah diatasnya. Semakin tipis asap mengepul pertanda api awal akan padam.</p>
<p>5.   Jika api awal padam, buka pintu dan isi kembali dengan bahan awal yang cukup kering dan nyalakan kembali.</p>
<p>Semakin tebal asap semakin baik dan menjadi jaminan api unggun akan menyala.</p>
<p>6. Jika api telah membakar 2-3 lapisan kayu diameter besar diatasnya, kita mulai bisa membuka lapisan teratas untuk merasakan apinya.</p>
<p>Kelebihan:</p>
<p>-     Kayu basah dan diameter batang pohon cukup tebal (besar) dapat habis terbakar<br />
-     Daya tahan (durasi)/lama waktu bakar cukup lama<br />
- Saat pembakaran kayu awal: tak perlu dilindungi, dalam kondisi hujanpun bisa ditinggalkan (tanpa pengawasan/penjagaan terus menerus).</p>
<p>Kekurangan:</p>
<p>-     Waktu yang dibutuhkan dari api awal s/d api unggun menyala: cukup lama (1-2 jam)<br />
-     Memakan waktu dan energi cukup besar untuk menebang pohon/ bahan kayu bakar</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://69.56.139.188/site/BW26-Iris-Kayu-Buat-Api.jpg" alt="" width="413" height="181" /></p>
<p><strong>Mengiris kayu menjadi serpihan kecil (bunga-bunga kayu) untuk bahan awal membuat api. </strong></p>
<p>Membuat api model blok dalam kondisi survival sebenarnya tidak begitu efektif. Selain membuang banyak tenaga, kondisi survival hanya sementara dan diusahakan berpindah ke kondisi yg lebih baik, terkecuali kita melakukan survival diam di tempat (statis) dengan syarat lainnya terpenuhi, contoh air, bahan makanan, perlindungan.</p>
<p>Model ini lebih cocok digunakan dalam perkemahan statis yang relatif lama di satu tempat. Contoh: di Kemah penelitian atau saat latihan seperti pendidikan dasar.</p>
<p>Saat latihan (misalnya pendidikan dasar) perapian seperti ini digunakan untuk pengamanan bagi peserta juga (sebagai penghangat, pengolahan masakan yang cukup besar, antisipasi jika terjadi kedinginan/kehujanan, hipotermi dan lain-lain).</p>
<p><strong>Etika Membuat Perapian</strong></p>
<p>Terkadang membuat perapian menjadi suatu perdebatan di kalangan penggiat alam terbuka dan pemerhati lingkungan.</p>
<p>Beberapa hal yang perlu dijadikan perhatian dalam membuat perapian adalah:</p>
<p>1. Buatlah perapian yang secukupnya, tidak terlalu besar dan membutuhkan bahan bakar kayu yang banyak, sesuaikan dengan maksud kita membuat perapian.</p>
<p>2. Jangan menebang kayu sembarangan! Walaupun terkadang hal ini sangat kontradiktif dengan pembuatan perapian, bukan berarti membuat suatu perapian dilarang sama sekali. Yang diperlukan adalah kebijaksanaan kita saat membuat dan menggunakannya. Pilihlah kayu yang telah tumbang ataupun mati yang cukup kering/tidak mengandung banyak air. Cukup banyak ranting-ranting yang telah mati di dalam hutan dan dapat digunakan daripada melakukan penebangan. Daun-daun kering juga dapat dipergunakan sebagai “pemancing” dalam membuat perapian.</p>
<p>3. Pastikan perapian yang akan dipadamkan benar-benar telah mati/padam. Setelah itu dikubur dalam tanah. Perhatikan bagian dasar dari perapian terbuat dari gambut, tanah, atau akar-akar kayu yang menumpuk. Sebaiknya membuat api di atas tanah karena akar ataupun gambut dapat terbakar secara menjalar di lapisan bawah tanpa terlihat oleh kita.</p>
<p>“Membakar hutan lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan menanam pohon”.</p>
<p>Panoramix dukun Galia, saat ditanya “apakah dia memiliki obat untuk mempercepat tumbuhnya pohon?”. Sohib Asterix ini menjawab; “Tumbuh pohon memerlukan waktu, setelah berkali-kali matahari terbit dan tenggelam, tahun ke tahun untuk menjadi besar”.<br />
Setidaknya kita dapat belajar dari masyarakat Cihanjawar Gunung yang masih tetap memelihara hutannya walaupun masih mempergunakan kayu bakar saat memasak.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zaq11qaz.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zaq11qaz.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zaq11qaz.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zaq11qaz.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zaq11qaz.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zaq11qaz.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zaq11qaz.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zaq11qaz.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zaq11qaz.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zaq11qaz.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=69&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/10/25/membuat-perapian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4bff71126d757cb4377cd5513d8441a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zaq11qaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://69.56.139.188/site/BW26-Cara-Buat-Api.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://69.56.139.188/site/BW26-Iris-Kayu-Buat-Api.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PANDA</title>
		<link>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/09/23/panda/</link>
		<comments>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/09/23/panda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 00:32:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zaq11qaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Animals]]></category>
		<category><![CDATA[NATURE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaq11qaz.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Panda Besar (Hanzi: 貓熊;; pinyin: mao xiong), Ailuropoda melanoleuca (&#8220;Kaki-kucing hitam-putih&#8221;) atau diringkas Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet. Pada setengah abad ke-20 terakhir, panda menjadi semacam lambang negara Tiongkok, dan sekarang ditampilkan pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=49&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Panda Besar</strong> (<a class="mw-redirect" title="Hanzi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hanzi">Hanzi</a>: 貓熊;; <a class="mw-redirect" title="Pinyin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pinyin">pinyin</a>: mao xiong), <em>Ailuropoda melanoleuca</em> (&#8220;Kaki-kucing hitam-putih&#8221;) atau diringkas <strong>Panda</strong>, adalah seekor <a class="mw-redirect" title="Mamalia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mamalia">mamalia</a> yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga <a title="Beruang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Beruang">beruang</a>, <a class="mw-redirect" title="Ursidae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ursidae">Ursidae</a>, yang hewan asli <a title="Tiongkok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok">Tiongkok</a> tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti <a title="Sichuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sichuan">Sichuan</a> dan <a title="Tibet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tibet">Tibet</a>. Pada setengah <a title="Abad ke-20" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20">abad ke-20</a> terakhir, panda menjadi semacam <a title="Lambang negara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_negara">lambang negara</a> <a title="Tiongkok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok">Tiongkok</a>, dan sekarang ditampilkan pada <a class="new" title="Uang emas (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uang_emas&amp;action=edit&amp;redlink=1">uang emas</a> negara tersebut.<span id="more-49"></span></p>
<p><!-- start content --></p>
<table class="infobox biota" style="text-align:center;height:835px;padding:2.5px;" border="0" width="265">
<tbody>
<tr style="text-align:center;">
<th>Panda Besar</th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td><a class="image" title="Hua Mei, bayi panda yang lahir di Kebun Binatang San Diego Zoo pada 1999." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Panda.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b0/Panda.jpg/250px-Panda.jpg" border="0" alt="Hua Mei, bayi panda yang lahir di Kebun Binatang San Diego Zoo pada 1999." width="250" height="205" /></a></p>
<div style="text-align:center;">Hua Mei, bayi panda yang lahir di <a class="new" title="Kebun Binatang San Diego Zoo (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebun_Binatang_San_Diego_Zoo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kebun Binatang San Diego Zoo</a> pada 1999.</div>
</td>
</tr>
<tr style="background:pink none repeat scroll 0 50%;text-align:center;">
<th><a title="Status konservasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Status_konservasi">Status konservasi</a></th>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align:center;"><a class="image" title="Status iucn2.3 EN.svg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Status_iucn2.3_EN.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Status_iucn2.3_EN.svg/250px-Status_iucn2.3_EN.svg.png" border="0" alt="" width="250" height="67" /></a><br />
<a title="Spesies terancam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesies_terancam">Terancam</a> (<em><a title="IUCN Red List" href="http://id.wikipedia.org/wiki/IUCN_Red_List">IUCN</a></em>)</div>
</td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<th><a title="Klasifikasi ilmiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_ilmiah">Klasifikasi ilmiah</a></th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td>
<table style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;text-align:left;margin:0 auto;" border="0" cellpadding="2">
<tbody>
<tr valign="top">
<td>Kerajaan:</td>
<td><span class="kingdom"><a class="mw-redirect" title="Animalia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Animalia">Animalia</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Filum:</td>
<td><span class="phylum"><a title="Chordata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chordata">Chordata</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Kelas:</td>
<td><span class="taxoclass"><a class="mw-redirect" title="Mammalia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mammalia">Mammalia</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Ordo:</td>
<td><span class="order"><a title="Carnivora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Carnivora">Carnivora</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Famili:</td>
<td><span class="family"><a class="mw-redirect" title="Ursidae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ursidae">Ursidae</a></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Genus:</td>
<td><span class="genus"><em><strong>Ailuropoda</strong></em></span><br />
<a class="new" title="Henri Milne-Edwards (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Henri_Milne-Edwards&amp;action=edit&amp;redlink=1">Milne-Edwards</a>, 1870</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Spesies:</td>
<td><span style="white-space:nowrap;"><em><strong>A. melanoleuca</strong></em></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr style="background:pink none repeat scroll 0 50%;">
<th><a title="Tatanama biologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tatanama_biologi">Nama binomial</a></th>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td><strong><span class="binomial"><em>Ailuropoda melanoleuca</em></span></strong><br />
(<a class="new" title="Armand David (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Armand_David&amp;action=edit&amp;redlink=1">David</a>, <a title="1869" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1869">1869</a>)</td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td><a class="image" title="Peta penyebaran Panda Besar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mapa_distribuicao_Ailuropoda_melanoleuca.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Mapa_distribuicao_Ailuropoda_melanoleuca.png/250px-Mapa_distribuicao_Ailuropoda_melanoleuca.png" border="0" alt="Peta penyebaran Panda Besar" width="250" height="242" /></a></p>
<div style="text-align:center;">Peta penyebaran Panda Besar</div>
</td>
</tr>
<tr style="background:pink none repeat scroll 0 50%;">
<th><a title="Subspesies" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Subspesies">Subspesies</a></th>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:left;padding:0 .5em;"><em><a class="new" title="Ailuropoda melanoleuca melanoleuca (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ailuropoda_melanoleuca_melanoleuca&amp;action=edit&amp;redlink=1">A. melanoleuca melanoleuca</a></em><br />
<em><a class="new" title="Ailuropoda melanoleuca qinlingensis (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ailuropoda_melanoleuca_qinlingensis&amp;action=edit&amp;redlink=1">A. melanoleuca qinlingensis</a></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Nama Chinanya berarti &#8220;<a title="Kucing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kucing">kucing</a>-<a title="Beruang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Beruang">beruang</a>,&#8221; dan juga bisa dibaca dibalik tanpa mengubah arti. Ia dinamai panda di Barat karena mirip dengan <a title="Panda Merah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panda_Merah">Panda Merah</a>, dan dulunya dikenal sebagai <strong>Beruang Belang</strong> (<em>Ailuropus melanoleucus</em>).</p>
<p>Meskipun secara <a title="Taksonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi">taksonomis</a> ia adalah <a title="Karnivora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karnivora">karnivora</a>, makanannya seperti <a title="Herbivora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herbivora">herbivora</a>, sebagian besar tumbuh-tumbuhan, hampir hanya <a title="Bambu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bambu">bambu</a> saja. Secara teknis, seperti banyak hewan, panda adalah <a title="Omnivora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Omnivora">omnivora</a>, karena diketahui mereka juga makan <a title="Telur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telur">telur</a>, dan juga <a title="Serangga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangga">serangga</a> selain bambu. Kedua makanan ini adalah sumber <a title="Protein" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein">protein</a> yang diperlukan. <a title="Telinga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga">Telinganya</a> bergerak-gerak saat mereka mengunyah.</p>
<p>Panda Besar juga masih bersaudara dengan <a title="Panda Merah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panda_Merah">Panda Merah</a>, tetapi mereka dinamai mirip sepertinya akrena kebiasaan mereka memakan bambu. Sebelum hubungannya dengan Panda Merah ditemukan pada tahun <a title="1901" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1901">1901</a>, Panda Besar dikenal sebagai <em>beruang berwarna dua</em>.</p>
<p>Selama puluhan tahun, klasifikasi taksonomi panda yang tepat diperdebatkan karena baik Panda Besar maupun Panda Merah memiliki ciri-ciri seperti beruang dan <a class="new" title="Rakun (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rakun&amp;action=edit&amp;redlink=1">rakun</a>. Namun, pengujian <a title="Genetika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika">genetika</a> mengungkapkan bahwa Panda Besar adalah beruang sejati dan termasuk keluarga <em><a class="mw-redirect" title="Ursidae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ursidae">Ursidae</a></em>. Saudara terdekatnya dalam keluarga beruang adalah <a class="new" title="Beruang Berakcamata (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beruang_Berakcamata&amp;action=edit&amp;redlink=1">Beruang Berakcamata</a> di <a title="Amerika Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan">Amerika Selatan</a>. Sekarang masih diperdebatkan apakah Panda Merah termasuk keluarga <em>Ursidae</em>a tau keluarga rakut, <em>Procyonidae</em>.</p>
<p>Panda Besar termasuk <a class="new" title="Spesies terancam punah (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spesies_terancam_punah&amp;action=edit&amp;redlink=1">spesies terancam punah</a>, terancam oleh kehilangan <a title="Habitat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Habitat">habitat</a> dan tingkat kelahiran sangat rendah, baik di alam maupun di kandang. Sekitar 1.600 diyakini masih hidup di alam. Panda Besar adalah lambang <a class="mw-redirect" title="World Wildlife Fund" href="http://id.wikipedia.org/wiki/World_Wildlife_Fund">World Wildlife Fund</a> (WWF), organisasi pelestarian alam.</p>
<p>Panda Besar memiliki <a title="Cakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cakar">cakar</a> yang ganjil, dengan &#8220;<a class="mw-redirect" title="Jempol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jempol">jempol</a>&#8221; dan lima jari; &#8220;jempol&#8221; ini sebenarnya <a title="Tulang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang">tulang</a>-pergelangan tangan yang termodifikasi. <a title="Stephen Jay Gould" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stephen_Jay_Gould">Stephen Jay Gould</a> menulis <a title="Esai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Esai">esai</a> tentang topik ini, lalu menggunakan judul <em>The Panda&#8217;s Thumb</em> untuk buku kumpulan esainya.</p>
<p>Panda Besar pertama kali dikenal di dunia Barat pada <a title="1869" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1869">1869</a> oleh <a title="Misionaris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Misionaris">misionaris</a> <a class="mw-redirect" title="Prancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prancis">Prancis</a> <a class="new" title="Armand David (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Armand_David&amp;action=edit&amp;redlink=1">Armand David</a> (<a title="1826" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1826">1826</a>–<a title="1900" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900">1900</a>). Panda Besar lama menjadi hewan favorit masyarakat, sebagian karena spesies ini lucu seperti bayi, mirip dengan boneka beruang hidup. Panda juga sering digambarkan sedang berbaring santai sambil makan bambu, bukan berburu, sehingga meningkatlah citranya sebagai hewan manis dan cinta damai.</p>
<p>Peminjaman panda besar ke kebun binatang <a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a> dan <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> merupakan bagian penting <a title="Diplomasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diplomasi">diplomasi</a> <a title="Republik Rakyat Cina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Cina">Republik Rakyat Cina</a> pada tahun <a title="1970-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970-an">1970-an</a> karena peminjaman ini menandai sebagian pertukaran budaya pertama antara Tiongkok dan dunia Barat.</p>
<p>Namun, pada tahun <a title="1984" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1984">1984</a>, panda sudah tidak lagi digunakan sebagai alat diplomasi. Alih-alih, China mulai menawarkan panda kepada negara-negara lain untuk peminjaman hanya sepuluh tahun. Ketentuan peminjaman standar mencakup tarif hingga <a class="new" title="Dollar US (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dollar_US&amp;action=edit&amp;redlink=1">US$</a>1.000.000 per tahun dan syarat bahwa anak yang lahir semasa peminjaman adalah milik Republik Rakyat China.</p>
<p>Pada <a title="1998" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998">1998</a> akibat <a class="new" title="Tuntutan hukum (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tuntutan_hukum&amp;action=edit&amp;redlink=1">tuntutan hukum</a> oleh WWF, <a class="new" title="U.S. Fish and Wildlife Service (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=U.S._Fish_and_Wildlife_Service&amp;action=edit&amp;redlink=1">U.S. Fish and Wildlife Service</a> mengharuskan <a title="Kebun binatang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_binatang">kebun binatang</a> AS yang ingin mengimpor panda agar memastikan bahwa setengah tarif yang dipasang China disalurkan untuk upaya <a class="new" title="Pelestarian (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelestarian&amp;action=edit&amp;redlink=1">pelestarian</a> panda liar dan habitatnya, barulah lembaga tersebut mau mengeluarkan izin pengimporan panda tersebut.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zaq11qaz.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zaq11qaz.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zaq11qaz.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zaq11qaz.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zaq11qaz.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zaq11qaz.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zaq11qaz.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zaq11qaz.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zaq11qaz.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zaq11qaz.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=49&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/09/23/panda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4bff71126d757cb4377cd5513d8441a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zaq11qaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b0/Panda.jpg/250px-Panda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hua Mei, bayi panda yang lahir di Kebun Binatang San Diego Zoo pada 1999.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Status_iucn2.3_EN.svg/250px-Status_iucn2.3_EN.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/26/Mapa_distribuicao_Ailuropoda_melanoleuca.png/250px-Mapa_distribuicao_Ailuropoda_melanoleuca.png" medium="image">
			<media:title type="html">Peta penyebaran Panda Besar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wejangan</title>
		<link>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/09/08/wejangan/</link>
		<comments>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/09/08/wejangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 08:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zaq11qaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zaq11qaz.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[
16 agustus 2008by: laki laki terbelakang mental Untuk para pengkhianat,pembohong,dan pembual…Berhentilah!!!!!!!
berhentilah mengaku pecinta alam jika kita masih buang sampah sembarangan…..
berhentilah mengaku pecinta alam jika kita masih merusak pohon pohon di jalur pendakian….
berhentilah mengaku pecinta alam jika kita masih memetik bunga bunga di puncak ketinggian..
berhentilah mengaku pecinta alam jika kita masih menangkap dan membunuh hewan hewan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=41&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="date"><a rel="category tag" href="http://mapalasilvagama.or.id/?cat=1"></a></div>
<p><em><span style="font-family:Calibri;">16 agustus 2008</span></em><em><span style="font-family:Calibri;">by: laki laki terbelakang mental </span></em><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">U</span></span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">ntuk para pengkhianat,pembohong,dan pembual…</span></em></strong></span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Berhentilah!!!!!!!</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">berhentilah mengaku pecinta alam jika kita masih buang sampah sembarangan…..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">berhentilah mengaku pecinta alam jika kita masih merusak pohon pohon di jalur pendakian….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">berhentilah mengaku pecinta alam jika kita masih memetik bunga bunga di puncak ketinggian..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">berhentilah mengaku pecinta alam jika kita masih menangkap dan membunuh hewan hewan liar..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">berhentilah mengaku pecinta alam jika api unggun kita membakar<span> </span>habis hutan hutan…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">berhentilah mengaku pecinta alam jika kita mencemari sumber sumber air yang mengalir tenang…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">berhentilah mengaku pecinta alam jika tinta dan cat kita mencoret<span> </span>coret indahnya bebatuan…..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">berhentilah..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">hentikan kepalsuan dan kebohongan kita….ganti identitas,jangan mengaku pecinta alam!!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">bikin malu saja!!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Ambil gambar,tinggalkan jejak kaki,bunuh waktu,bakar semangat….ternyata hanya ujar ujar saja….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">hanya semboyan,sebuah tulisan dalam buku yang tak pernah mampu kita aplikasikan…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Dasar pembual!!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Sudahlah….jangan lagi mengaku pecinta alam !!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;">Alam pasti sudah muak melihat muka muka palsu kita ……</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/zaq11qaz.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/zaq11qaz.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zaq11qaz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zaq11qaz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zaq11qaz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zaq11qaz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zaq11qaz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zaq11qaz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zaq11qaz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zaq11qaz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zaq11qaz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zaq11qaz.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zaq11qaz.wordpress.com&blog=4417495&post=41&subd=zaq11qaz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zaq11qaz.wordpress.com/2008/09/08/wejangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4bff71126d757cb4377cd5513d8441a8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">zaq11qaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>